infolengkap © 2012. Bahasa Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Text Widget

Unordered List

free counters

Mengenai Saya

Safei
Hanya seorang hamba, yang berusaha memaksimalkan ikhtiar dan totalitas dalam bertawakkal
Lihat profil lengkapku

Followers

Label

Label

Tampilkan postingan dengan label Seputar Antariksa Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Antariksa Terkini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013


Asteroid hanyalah sebuah bongkahan batu. Lantas apa yang membuatnya meledak? Jawabannya ialah kecepatan.


Peta lokasi jatuhnya meteor di Chelyabinsk, Rusia, Jumat (15/2). NASA menyatakan meteor ini tidak ada hubungannya dengan asteroid 2012 DA14 yang mendekati Bumi beberapa jam sesudahnya. (DOK.NASA)

Jumat pagi (15/2) waktu setempat, penduduk di wilayah Chelyabinsk, wilayah Ural, Rusia dikejutkan oleh ledakan bola api raksasa yang melesat di langit. Ledakan ini disebabkan oleh meteorit kecil yang memasuki atmosfer. Dilaporkan 1.000 orang terluka karena terkena pecahan kaca jendela yang berterbangan akibat ledakan benda luar angkasa tersebut.
Puluhan video yang merekam jejak ledakan meteor yang dengan cepat diunggah secaraonline. Analisis dari para saksi mata serta pengukuran dari instrumen ilmiah memberikan ilmuwan sesuatu yang terbaik dari meledaknya meteor di atmosfer yang pernah terlihat. Berikut adalah beberapa fakta mengenai ledakan meteor di Rusia.

1. Ukuran meteor
Dalam perhitungan awal, NASA menyatakan meteor ini merupakan meteor terbesar sejak peristiwa Tunguska, tahun 1908, yang kala itu meratakan ratusan hektar hutan di daerah terpencil di Siberia. NASA melaporkan meteor itu berdiameter sekitar 15 meter melintas sebelum memasuki atmosfer bumi.
Memang ini jauh lebih kecil dibanding ukuran meteor pada peritiwa Tunguska seabad silam, yang berukuran kurang lebih memiliki diameter 40 meter. Meteor ini juga berukuran sepertiga lebih kecil dibanding ukuran asteroid 2012 DA14, yakni sebuah asteroid yang mendekati Bumi pada Jumat sore, yang diduga berukuran serupa dengan objek pada peristiwa Tunguska.

2. Keterkaitan dengan asteroid 2012 DA14
Waktu kedatangan meteor yang melintasi langit Rusia dengan mendekatnya asteroid 2012 DA14 memang pada hari yang sama, namun ini hanya sebuah kebetulan kosmik yang langka. NASA menyatakan dari rekaman video, objek di Rusia terlihat berjalan dari utara ke selatan sementara asteroid DA14 berjalan dari selatan ke utara.
Dari lintasan yang berbeda ini, maka dapat disimpulkan bahwa dua batuan luar angkasa tersebut sama sekali tidak terkait.

3. Seberapa sering ini terjadi
Ledakan meteor memang tidak setiap hari terjadi, terutama di area yang berpenduduk, namun fenomena ini ada. Mark Boslough, seorang fisikawan di Sandia National Laboratories di New Mexico menyatakan, meteor ukuran ini (yang melintasi langit Rusia) memasuki atmosfer dalam waktu yang tidak menentu, setiap beberapa tahun hingga setiap dekade bahkan lebih.

4. Penyebab meledaknya meteor
Asteroid hanyalah sebuah bongkahan batu. Lantas apa yang membuatnya meledak? Jawabannya ialah kecepatan. Bill Cooke, pemimipin kantor Meteoroid Environments di NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, AS, mengatakan, energi kinetik atau energi gerak dari meteor di Rusia saat memasuki atmosfer mencapai 63.374 kilometer per jam.
"Gelombang kejut dari interaksi asteroid dengan atmosfer memanaskan batu, terutama membuatnya menguap. Uap panas kemudian dengan cepat meluas di atmosfer, sehingga menghasilkan ledakan," ungkap Boslough.

5. Perbedaan asteroid, meteorit, dan meteor
Asteroid adalah objek batuan di luar angkasa lebih kecil dari planet, tidak memiliki atmosfer, tetapi dapat mengerahkan gaya gravitasi, dan terkadang mengorbit satu sama lain.
Meteor adalah asteroid, fragmen komet, atau objek luar angkasa lainnya yang masuk ke atmosfer Bumi atau terbakar. Jika Anda pernah melihat bintang jatuh, maka Anda telah melihat meteor.
Meteorit adalah meteor yang sampai ke permukaan Bumi dan sangat sulit untuk menemukannya. Staf dari Museum Sejarah Alam Amerika di New York menyatakan, banyak email masuk yang ingin mengetahui batuan langka yang telah ditemukan yang asli dari luar angkasa. Dalah kurun waktu lebih dari 17 tahun, hanya satu meteorit ditemukan.

6. Melihat kedatangan asteroid
Para astronom telah melihat hanya sekitar 30 persen dari asteroid yang lebarnya 100 meter yang mendekati Bumi selama mereka mengorbit. Asteroid 2012 DA14 yang diprediksi mendekati Bumi pada Jumat (15/2) lalu berukuran 45 meter yakni tiga kali lipat lebih besar dari batu yang meledak di Rusia.
Pihak NASA mengungkapkan, asteroid mendekati Bumi melintas di langit Rusia pada siang hari, yang membuatnya dapat terlihat yaitu dengan menggunakan teleskop dan hanya dapat dicari di langit saat malam hari.

7. Akankah muncul meteorit akibat peristiwa di Chelyabinsk
Media massa Rusia melaporkan terus dilakukan pencarian, namun meteorit belum ditemukan. Sementara Russia Today, memposting foto dan video ke sosial media menunjukkan sebuah lubang di Danau Chebarkul, yang mana diklaim sebagi akibat dari puing-puing meteorit. Namun, sejauh ini NASA belum mengkonfirmasi laporan yang menyatakan adanya puning-puing dari ledakan yang ditemukan.

Jumat, 14 Desember 2012


Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.

Ilustrasi satelit. (Thinkstockphoto)
Sepasang satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bernama Ebb dan Flow, dipersiapkan untuk jatuh di gunung dekat kutub di Bulan.
Diperkirakan, keduanya akan tumbang di Bulan pada Senin (17/12). Ebb akan jatuh lebih dulu, 20 detik kemudian, disusul oleh Flow dengan kecepatan 3.800 mil per jam. Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.
Ebb dan Flow -satelit pemantau Bulan berbentuk seperti mesin cuci- dihancurkan karena mereka berada di orbit rendah dan bahan bakar yang tersisa tidak cukup untuk menjalankan operasi penelitian.
Maria Zuber, Ketua Penelitian dari misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), menyatakan, kedua satelit tersebut berkontribusi besar untuk ilmu pengetahuan planet. "Akan terasa sulit mengucap kata pisah kepada robot kembar kita," kata Zuber.
Ebb dan Flow -dinamai oleh anak Sekolah Dasar di Montana- sudah mengitari Bulan sejak 1 Januari 2012 lalu. Keduanya menghasilkan peta beresolusi tinggi yang nantinya digunakan untuk meneliti benda planet lain, bukan hanya Bulan.
Informasi yang mereka sampaikan akan berguna untuk meneliti bagaimana Bumi dan planet berbatu lain di tata surya kita terbentuk dan berevolusi.
"(Satelit) kembar ini mungkin memang berada di ambang hidup operasionalnya. Namun, satu hal yang pasti, mereka akan jatuh dengan gagah," kata David Lehman, GRAIL Project Manager.

Kamis, 13 Desember 2012


Hujan meteor Geminid dapat disaksikan di mana pun di belahan dunia. Syaratnya hanya cuaca malam yang cerah.

Fenomena benda langit yang masuk ke atmosfer Bumi, tertangkap kamera pada Desember 2012 di California, Amerika Serikat. Ini merupakan bagian dari hujan meteor Geminid.
Kamis dan Jumat malam, 13-14 Desember 2012, akan nampak fenomena cantik hujan meteor Geminid. Menurut para pakar, hujan meteor ini merupakan hujan paling "deras" di sepanjang tahun 2012 dengan 120 meteor per jamnya.
Dalam situs Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), hujan meteor ini dapat disaksikan di mana pun di belahan dunia. Syaratnya hanya cuaca malam yang cerah.
"Geminid adalah favorit saya karena mereka menantang berbagai penjelasan," ujar astronomer NASA, Bill Cooke.
Geminid dihasilkan oleh objek seperti batu yang diidentifikasi oleh satelit NASA, IRAS, sebagai 3200 Phaeton pada tahun 1983. Tiap bulan Desember, planet Bumi melewati repihan benda antariksa yang mengelilingi 3200 Phaeton.
Repihan berukuran seperti pasir ini kemudian masuk ke dalam atmosfer Bumi dan disebut Geminid. Menghasilkan fenomena luar biasa di langit kita.
Hujan meteor Geminid pertama kali diketahui pada abad 19. Saat itu, tidak banyak orang yang tertarik pada fenomena ini karena termasuk hujan meteor lemah.
Namun, Geminid sekarang berkembang menjadi hujan meteor yang lebih terang dan padat. Kamis dan Jumat malam (13-14/12) adalah puncaknya dengan pancaran sinar yang bisa dilihat di seluruh dunia.

Rabu, 12 Desember 2012


Rumor mengenai penemuan kimia organik di Mars berpuntir di awal pekan ini, bermula dari perkataan pemimpin peneliti MSL, John Grotzinger.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membantah spekulasi yang menyebut robot teranyar miliknya, Curiosity, menemukan kehidupan di Planet Mars. NASA memastikan semua spekulasi yang menyangkut penemuan Curiosity di level ini tidaklah tepat.

"Di titik misi ini, instrumen dalam rover (Curiosity) belum mendeteksi bukti pasti mengenai organik di Mars," ujar pernyataan resmi NASA, Kamis (29/11).
Rumor mengenai penemuan kimia organik di Mars berpuntir di awal pekan ini. Bermula dari perbincangan pemimpin peneliti Mars Science Laboratory (MSL), John Grotzinger, dengan salah seorang wartawan lokal. Dikatakan Grotzinger, ia tengah menganalisa data yang baru diterima dari instrumen Curiosity, Sample Analysis di Mars (SAM).
Saat itu, Grotzinger mengklaim, "Data ini akan masuk ke buku-buku sejarah." Inilah yang memicu spekulasi penemuan bahan organik di planet merah tersebut. Namun, hal ini segera dibantah pada Rabu (28/11) melalui Administrator NASA Charlie Bolden. "Setahu saya, saat ini kami belum menemukan suatu hal yang menggemparkan dunia."
Spekulasi mengenai organik adalah satu hal. Sedangkan spekulasi mengenai adanya kehidupan adalah hal yang berbeda. Memang penemuan mengenai adanya organik kimia dalam tata surya kita sangatlah menyenangkan. Tapi ini bukanlah bukti adanya kehidupan di Mars. Penemuan tersebut hanyalah satu dari sekian banyak bagian teka-teki kehidupan.
Ditekankan kembali oleh pernyataan NASA, Curiosity tengah berada dalam bulan keempat dari misinya selama dua tahun di Mars. Misi ini baru saja dimulai. Maka adanya spekulasi adanya penemuan organik di Mars di titik ini sangatlah terlalu optimistis.

Jumat, 23 November 2012


Asteroid bernama 2012 DA14 diprediksi akan mendekati Bumi pada Februari 2013. Begitu dekatnya jarak asteroid ini hingga kemungkinan bakal menabrak satelit komunikasi Bumi. Asteroid ini ditemukan beberapa pekan lalu di LaSagra Observatory, Spanyol, saat terlihat melalui teleskop dan digambarkan sebagai 'gumpalan yang berputar.'
"(Tabrakkan) ini hampir tidak mungkin. Tapi kita tidak boleh menyepelekannya," demikian ujar Paul Choda, ahli astronomi Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Pasadena, California, AS, Kamis (17/5).
Ukuran asteroid ini tidak terlalu besar, hanya selebar 45 meter. Namun, orbit 2012 DA14 saat ini dinyatakan mirip dengan Bumi. "Artinya dia akan (bergerak) sangat dekat ke Bumi," tambah Chodas.
Berdasarkan perhitungan, asteroid ini akan melewati Bumi dan mengganggu beberapa satelit yang mengorbit pada 15 Februari 2013. Tapi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dipastikan aman dari terjangannya mengingat satelit ini mengorbit di ketinggian 2.000 kilometer.
Meski demikian, salah satu peneliti dari JPL, Steven Chesley, belum bisa memberikan kata aman pada ISS. Mengingat orbit asteroid 2012 DA14 belum bisa ditentukan secara pasti. "Kita belum tahu pasti di mana letaknya (2012 DA14)," ujar Chesley.
Satu hal yang bisa ditampilkan 2012 DA14 adalah penampakannya yang diprediksi nampak indah di langit malam. Asteroid ini akan terlihat untuk pengamat yang memiliki teleskop mini atau pun teropong. "Untuk objek berukuran kecil, ini (terlihat di langit) bukanlah hal yang biasa terjadi."
NASA saat ini memperkirakan jika presentase 2012 DA14 akan menabrak Bumi dalam sepuluh tahun ke depan hanya 0,031 persen. Namun, angka ini masih perlu dipastikan saat astreoid itu mendekati Bumi pada Februari nanti. Sebab, semakin dekat sebuah asteroid mendekati Bumi, semakin kuat gaya gravitasi mengubah orbit asteroid tersebut. Inilah yang menjadi faktor ketidakpastian dalam perhitungan prediksinya.

Fenomena White Hole

Posted by Safei On 05.11 No comments
Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.


Dikutip dari Dvice, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

Jelang satu bulan menuju kiamat versi Suku Maya pada 21 Desember 2012, NASA kembali melansir beberapa penjelasan ilmiah untuk membantahnya. NASA, Badan Antariksa dan Penerbangan AS, dalam situs resminya menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.
"Untuk klaim, bencana, atau perubahan dramatis apa pun pada tahun 2012, mana pemaparan sainsnya? Mana buktinya? Tidak ada," demikian papar NASA, Selasa (13/11).
Menurut kalender kuno Suku Maya, titik balik Matahari 2012 akan menandai akhir dari siklus 144 ribu hari. Siklus ini sudah berulang sebanyak 12 kali dan yang ke-13 akan jatuh pada 2012. Pada saat inilah dunia akan mencapai akhirnya.
Tapi ditegaskan kembali oleh NASA, berakhirnya perhitungan kalender Suku Maya di tanggal tersebut, sama jika dibandingkan dengan tandasnya perhitungan normal pada 31 Desember. "Sama seperti kalender yang Anda miliki di dinding di mana tidak ada lagi tanggal sesudah 31 Desember, kalender Suku Maya tidak ada tanggal lagi sesudah 21 Desember 2012."
Kisah mengenai kiamat Suku Maya dimulai ketika ada cerita yang berkembang mengenai planet bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi. Bencana ini diprediksi terjadi pada 2003 silam.
Tapi ketika tidak ada bencana apa pun yang terjadi di tahun 2003, prediksi itu diubah ke tahun 2012. Kemudian dihubungkan dengan siklus perhitungan kalender Suku Maya dan titik balik Matahari 2012. Hingga akhirnya muncullah tanggal klaim kiamat pada 21 Desember.
"Nibiru itu konyol karena planet ini tidak ada dan tidak pernah ada. Sama seperti halnya bagian dari imajinasi semu ilmuwan yang bahkan tidak terganggu dengan kurangnya bukti yang ada," kata Don Yeomans, Manajer dari program NASA, Near-Earth Object, di Jet Propulsion Laboratory, California pada Januari lalu.
Level radiasi di permukaan Planet Mars nyaris sama dengan apa yang dirasakan astronaut di orbit rendah di Bumi. Hal ini sudah dibuktikan lewat eksplorasi Mars yang dilakukan robot dengan teknologi termaju milik NASA, Curiosity.
Pengukuran radiasi permukaan Mars merupakan yang pertama dilakukan manusia terhadap planet lain. Selain menyimpulkan manusia bisa hidup di planet merah, hasil pengukuran Curiosity juga menyatakan kita bisa bertahan dalam rentang waktu tertentu.
"Tentu saja astronaut bisa hidup di lingkungan ini (Mars)," ujar Don Hassler dari Southwest Research Institute, Boulder, Colorado, Amerika Serikat, Kamis (15/11) lalu. Hassler adalah ketua investigator dari instrumen Radiation Assessment Detector (RAD) Curiosity.
Tujuan utama instrumen tersebut adalah mencirikan lingkungan radiasi dan mengungkap adanya kehidupan di masa lampau dan masa kini di Mars. Termasuk juga mengukur peluang eksplorasi manusia di sana.
Sejak Mars kedatangan Curiosity pada Agustus 2012, RAD membandingkan level radiasi dengan apa yang dialami kru astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Penemuan Curiosity menyatakan bahwa atmosfer Mars -hanya memiliki ketebalan satu persen dari atmosfer Bumi- menyediakan perlindungan dari bahaya seperti partikel luar angkasa berkecepatan tinggi.
Meski demikian, Hassler menyatakan penemuan ini masih prematur. Ia dan timnya juga belum bisa menegaskan level angka dari radiasi di Mars.
Ditambahkan Claire Newman dari Ashima Research, Pasadena, California, jika manusia bisa mengetahui mengenai iklim dan cuaca Mars terkini, maka akan membantu pemahaman mengenai proses atmosfer yang ada. "Hal ini memberikan kami kepercayaan diri lebih ketika ingin memprediksi banyak hal, seperti bagaimana rupa Mars di masa lampau," kata Newman.

Saat ini Rusia tengah berencana untuk membangun pesawat antariksa bertenaga nuklir untuk misi berawak ke Mars.
Menurut kantor berita RiaNovosti, Anatoly Perminov, Russian Federal Space Agency, menyebutkan bahwa Komisi pemerintah beranggapan kalau rencana itu sangat krusial. Namun demikian begitulah adanya jika ingin mempertahankan keunggulan kompetitif dalam ruang perlombaan.
Desain dasar akan siap pada tahun 2012 mendatang. Sebuah versi akhir akan memakan waktu selama sembilan tahun lagi, dan akan menelan biaya sekitar 580 juta USD atau sekitar 5,8 trilyun rupiah untuk pembangunannya, kata Perminov. Ini akan didasarkan sekitar reaktor nuklir berkapasitas megawatt, yang jauh lebih kuat daripada reaktor nuklir kecil yang menjadi pembangkit beberapa satelit militer Rusia.
“Proyek ini bertujuan untuk menerapkan skala besar program eksplorasi ruang angkasa, termasuk misi berawak ke Mars, perjalanan antar planet, penciptaan dan pengoperasian pos-pos planet”, kata Perminov. Tapi ia telah menghentikan pengajuan sebuah basis permanen di Mars.
Presiden Dmitry Medvedev mendukung proyek tersebut, dan mendesak pemerintah untuk mencari dana. Jika proyek berjalan nantinya, itu akan menjadi dorongan besar untuk program luar angkasa Rusia. Rusia saat ini menggunakan roket pendorong Soyuz yang telah berumur 40 tahunan, dan berencana untuk mengganti nya dengan yang lebih baik lagi.
Antariksa tidak hanya terdiri dari bumi kita saja. Banyaknya planet serta gugusan bintang menunjukkan betapa besarnya jagad raya kita ini. Tak jarang antara satu komponen dengan komponen antariksa lainnya mengalami satu gejala tabrakan yang bisa menyebabkan ledakan besar.
Pemerintah Rusia telah mengkonfirmasi bahwa sedang merumuskan rencana besar untuk mencegah asteroid besar yang dikenal sebagai Apophis dari bertabrakan dengan bumi pada tahun 2036 mendatang.
“Seorang ilmuwan baru-baru ini mengatakan hal yang menarik tentang jalannya sebuah asteroid secara konstan mendekati bumi,” kepala Roscosmos Anatoly Perminov menjelaskan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh RIA Novosti.
“Dia telah menghitung bahwa asteroid itu pasti akan bertabrakan dengan bumi di tahun 2030-an.”
Namun, Perminov menekankan bahwa Kremlin tidak merencanakan serangan nuklir terhadap asteroid berbahaya tersebut.
“Tidak akan ada ledakan nuklir nantinya, semuanya akan dilakukan berdasarkan hukum fisika.”
Dia menambahkan bahwa Rusia akhirnya dapat mengundang ahli astronomi dari Amerika Serikat, Eropa dan Cina untuk berpartisipasi dalam proyek yang baru dimulai tersebut.
“Kehidupan manusia akan dipertaruhkan. Kami harus membayar beberapa ratus juta dolar dan merancang sistem yang akan mencegah tabrakan, daripada duduk dan menunggu hal itu terjadi dan membunuh ratusan ribu nyawa.”
Namun demikian, perlu dicatat bahwa ramalan mengerikan Perminov itu tampaknya bertentangan dengan pernyataan baru-baru ini diterbitkan oleh NASA yang meremehkan kemungkinan adanya tabrakan antara bumi dan Apophis.
Semoga saja rencana ini sukses sehingga uang yang dihabiskan pemerintahan Rusia benar-benar akan berguna nantinya untuk menyelamatkan kehidupan manusia di bumi kita tercinta ini.

Sabtu, 28 Juli 2012


Galaksi Andromeda adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.


Menggunakan teknik baru, para astronom telah menemukan sepuluh black hole (lubang hitam) di dekat pusat galaksi Andromeda, galaksi spiral besar yang berdekatan dengan galaksi kita, Bima Sakti. Metode pencarian itu bakal bisa dipakai juga untuk menemukan black hole lain di Bima Sakti dan galaksi lain yang lebih jauh. 

Andromeda sendiri berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari tempat kita berada. Adapun ’calon’ lubang-lubang hitam yang baru ditemukan di atas --disebut ’calon’ karena bisa jadi mereka adalah bintang neutron-- berasal dari jenis stellar (bintang), yang berarti massanya hanya beberapa kali massa Matahari dan merupakan sisa dari bintang mati. Masing-masing memiliki objek pengiring, yakni sebuah bintang normal yang ’memberi makan’ pada sang black hole.

Susunan seperti itu dikenal sebagai sistem pasangan sinar-X bermassa rendah.

Black hole raksasa, yang massanya jutaan atau milyaran kali massa Matahari, biasanya terdapat di pusat beberapa galaksi. Sedangkan black hole stellar kebanyakan berukuran tidak lebih dari beberapa puluh kali massa Matahari.

Salah satu cara menemukan black hole stellar adalah dengan memisahkannya dari bintang-bintang neutron, yang juga sangat padat dan memiliki sistem pasangan sinar-X bermassa rendah. Meski demikian, pada umumnya bintang-bintang neutron tidak lebih besar dari black hole. (space.com/CNN/wsn)

Black Hole Ternyata Mampu Melahap Bintang





Site search