infolengkap © 2012. Bahasa Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Unordered List

free counters

Mengenai Saya

Safei
Hanya seorang hamba, yang berusaha memaksimalkan ikhtiar dan totalitas dalam bertawakkal
Lihat profil lengkapku

Followers

  • Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

  • Jelang satu bulan menuju kiamat versi Suku Maya pada 21 Desember 2012, NASA kembali melansir beberapa penjelasan ilmiah untuk membantahnya. NASA, Badan Antariksa dan Penerbangan AS, dalam situs resminya menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.

  • Sepasang satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bernama Ebb dan Flow, dipersiapkan untuk jatuh di gunung dekat kutub di Bulan. Diperkirakan, keduanya akan tumbang di Bulan pada Senin (17/12). Ebb akan jatuh lebih dulu, 20 detik kemudian, disusul oleh Flow dengan kecepatan 3.800 mil per jam.

  • Ramalan Kiamat suku Maya yang jatuh 21 Desember 2012 meresahkan sebagian besar masyarakat dunia. Terutama bagi mereka yang memercayai bahwa hari akhir benar-benar terjadi pada tanggal itu. Berbagai antisipasi penyelamatan pun dilakukan..

  • Antariksa tidak hanya terdiri dari bumi kita saja. Banyaknya planet serta gugusan bintang menunjukkan betapa besarnya jagad raya kita ini. Tak jarang antara satu komponen dengan komponen antariksa lainnya mengalami satu gejala tabrakan yang bisa menyebabkan ledakan besar.

  • CALIFORNIA - Banyak yang menyangkal terjadinya kiamat di 2012. Banyak juga di antara kalangan ilmuwan yang memperdebatkan perihal berakhirnya dunia di tahun ini. Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), banyak pula orang yang ingin tahu tentang kalender suku Maya 2012, yang menyebut-nyebut dunia akan terhenti di Jumat, 21 Desember 2012. NASA telah bertindak untuk memberikan penjelasan bahwa tiada kiamat yang terjadi di 2012.

Senin, 22 April 2013


Saat tangan kita bergerak, ada gelombang sederhana pada tangan yang dapat meragsang otak sehingga meningkatkan kemampuan matematika anak.


(Ilustrasi/Thinkstock)

Gerakan tangan saat menerangkan pelajaran matematika kepada anak ternyata memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir mereka. Saat tangan kita bergerak, ternyata terdapat sebuah gelombang sederhana pada tangan yang dapat meragsang otak sehingga meningkatkan kemampuan matematika anak. 

Studi baru mengungkapkan bahwa siswa memiliki kemampuan lebih baik dan lebih mudah menangkap pelajaran yang diberikan ketika guru menerangkan dengan menggunakan gerakan tangan mereka. Studi yang dilakukan oleh profesor psikologi  Kimberly Fenn dari Michigan State University dan Susan Wagner Cook dari University of Iowa diujicobakan kepada 184 siswa yang duduk di bangku kelas 2, 3, dan 4. Mereka diminta untuk memecahkan soal matematika seperti 4+5+7 = ___+7.  

Setengah dari siswa melihat guru menggerakkan tangannya (mengaris bawahi persamaan) ketika menerangkan bahwa hasilnya harus sama di kedua sisi. Sementara siswa lainnya melihat seorang guru yang hanya menggunakan kata-kata tanpa menggunakan gerakan dengan tangannya (isyarat) saat menyampaikan materi yang sama. Hasil dari uji coba tersebut bahwa kelompok siswa yang melihat gerakan tangan guru mendapatkan hasil yang lebih baik. Tes kedua yang dilakukan 24 jam kemudian juga menunjukkan bahwa kelompok siswa yang melihat isyarat saat diterangkan memiliki keunggulan dibandingkan dengan kelompok yang lainnya.

Fenn dan Cook mengatakan bahwa gerakan membantu siswa memahami struktur masalah matematika. Peneliti berpikir bahwa siswa yang diterangkan oleh guru dengan menggunakan bahasa tubuh, tidak hanya mengingat konsep dengan instruktur memberi isyarat tidak hanya ingat konsep, mereka mengingat  bahasa tubuh guru mereka.

"Ketika Anda melihat seseorang melakukan tindakan, itu benar-benar merangsang area otak yang akan Anda gunakan untuk melakukan tindakan tersebut," kata Fenn.

Saat guru menggunakan tangan mereka untuk menggarisbawahi setiap sisi persamaan, para siswa mengerti bahwa terlepas dari angka itu sendiri, tujuan utama dari soal yang diberikan adalah untuk membuat hasil yang sama di kedua sisi persamaan.

"Namun sebaliknya, apa yang instruktur sampaikan dengan pidato (berbicara) tanpa melakukan gerakan ini mengisyaratkan hal yang penting justru pada angkanya tetapi ketika Anda mendapatkan masalah baru itu akan menjadi angka yang sama sekali baru buat Anda," kata Fenn.

Jumat, 29 Maret 2013


Asteroid hanyalah sebuah bongkahan batu. Lantas apa yang membuatnya meledak? Jawabannya ialah kecepatan.


Peta lokasi jatuhnya meteor di Chelyabinsk, Rusia, Jumat (15/2). NASA menyatakan meteor ini tidak ada hubungannya dengan asteroid 2012 DA14 yang mendekati Bumi beberapa jam sesudahnya. (DOK.NASA)

Jumat pagi (15/2) waktu setempat, penduduk di wilayah Chelyabinsk, wilayah Ural, Rusia dikejutkan oleh ledakan bola api raksasa yang melesat di langit. Ledakan ini disebabkan oleh meteorit kecil yang memasuki atmosfer. Dilaporkan 1.000 orang terluka karena terkena pecahan kaca jendela yang berterbangan akibat ledakan benda luar angkasa tersebut.
Puluhan video yang merekam jejak ledakan meteor yang dengan cepat diunggah secaraonline. Analisis dari para saksi mata serta pengukuran dari instrumen ilmiah memberikan ilmuwan sesuatu yang terbaik dari meledaknya meteor di atmosfer yang pernah terlihat. Berikut adalah beberapa fakta mengenai ledakan meteor di Rusia.

1. Ukuran meteor
Dalam perhitungan awal, NASA menyatakan meteor ini merupakan meteor terbesar sejak peristiwa Tunguska, tahun 1908, yang kala itu meratakan ratusan hektar hutan di daerah terpencil di Siberia. NASA melaporkan meteor itu berdiameter sekitar 15 meter melintas sebelum memasuki atmosfer bumi.
Memang ini jauh lebih kecil dibanding ukuran meteor pada peritiwa Tunguska seabad silam, yang berukuran kurang lebih memiliki diameter 40 meter. Meteor ini juga berukuran sepertiga lebih kecil dibanding ukuran asteroid 2012 DA14, yakni sebuah asteroid yang mendekati Bumi pada Jumat sore, yang diduga berukuran serupa dengan objek pada peristiwa Tunguska.

2. Keterkaitan dengan asteroid 2012 DA14
Waktu kedatangan meteor yang melintasi langit Rusia dengan mendekatnya asteroid 2012 DA14 memang pada hari yang sama, namun ini hanya sebuah kebetulan kosmik yang langka. NASA menyatakan dari rekaman video, objek di Rusia terlihat berjalan dari utara ke selatan sementara asteroid DA14 berjalan dari selatan ke utara.
Dari lintasan yang berbeda ini, maka dapat disimpulkan bahwa dua batuan luar angkasa tersebut sama sekali tidak terkait.

3. Seberapa sering ini terjadi
Ledakan meteor memang tidak setiap hari terjadi, terutama di area yang berpenduduk, namun fenomena ini ada. Mark Boslough, seorang fisikawan di Sandia National Laboratories di New Mexico menyatakan, meteor ukuran ini (yang melintasi langit Rusia) memasuki atmosfer dalam waktu yang tidak menentu, setiap beberapa tahun hingga setiap dekade bahkan lebih.

4. Penyebab meledaknya meteor
Asteroid hanyalah sebuah bongkahan batu. Lantas apa yang membuatnya meledak? Jawabannya ialah kecepatan. Bill Cooke, pemimipin kantor Meteoroid Environments di NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, AS, mengatakan, energi kinetik atau energi gerak dari meteor di Rusia saat memasuki atmosfer mencapai 63.374 kilometer per jam.
"Gelombang kejut dari interaksi asteroid dengan atmosfer memanaskan batu, terutama membuatnya menguap. Uap panas kemudian dengan cepat meluas di atmosfer, sehingga menghasilkan ledakan," ungkap Boslough.

5. Perbedaan asteroid, meteorit, dan meteor
Asteroid adalah objek batuan di luar angkasa lebih kecil dari planet, tidak memiliki atmosfer, tetapi dapat mengerahkan gaya gravitasi, dan terkadang mengorbit satu sama lain.
Meteor adalah asteroid, fragmen komet, atau objek luar angkasa lainnya yang masuk ke atmosfer Bumi atau terbakar. Jika Anda pernah melihat bintang jatuh, maka Anda telah melihat meteor.
Meteorit adalah meteor yang sampai ke permukaan Bumi dan sangat sulit untuk menemukannya. Staf dari Museum Sejarah Alam Amerika di New York menyatakan, banyak email masuk yang ingin mengetahui batuan langka yang telah ditemukan yang asli dari luar angkasa. Dalah kurun waktu lebih dari 17 tahun, hanya satu meteorit ditemukan.

6. Melihat kedatangan asteroid
Para astronom telah melihat hanya sekitar 30 persen dari asteroid yang lebarnya 100 meter yang mendekati Bumi selama mereka mengorbit. Asteroid 2012 DA14 yang diprediksi mendekati Bumi pada Jumat (15/2) lalu berukuran 45 meter yakni tiga kali lipat lebih besar dari batu yang meledak di Rusia.
Pihak NASA mengungkapkan, asteroid mendekati Bumi melintas di langit Rusia pada siang hari, yang membuatnya dapat terlihat yaitu dengan menggunakan teleskop dan hanya dapat dicari di langit saat malam hari.

7. Akankah muncul meteorit akibat peristiwa di Chelyabinsk
Media massa Rusia melaporkan terus dilakukan pencarian, namun meteorit belum ditemukan. Sementara Russia Today, memposting foto dan video ke sosial media menunjukkan sebuah lubang di Danau Chebarkul, yang mana diklaim sebagi akibat dari puing-puing meteorit. Namun, sejauh ini NASA belum mengkonfirmasi laporan yang menyatakan adanya puning-puing dari ledakan yang ditemukan.

Selasa, 25 Desember 2012

Sebaliknya, kalender bangsa Maya terus berjalan melewati tanggal ini.

(Thinkstockphoto)

 

Seluruh dunia sempat dilanda kehebohan akan menjelang kedatangan kiamat, Jumat lalu, 21 Desember 2012. Padahal berdasarkan sejumlah pakar Maya--mematahkan mitos--yang dilakukan bangsa Maya semata-mata adalah menghitung hari.

Bangsa Maya kuno merupakan bangsa terpenting dalam peradaban Mesoamerika. Bangsa Maya terkenal karena membangun candi agung serta mengembangkan ilmu matematika dan astronomi. Namun meski memang juga dikenal dengan sistem kalendernya, bangsa ini tidak pernah meramalkan akhir zaman.

Peneliti sejarah Maya dan guru besar antropologi Universitas Longwood di Virginia, AS, Walter R.T. Witschey, merupakan salah satu pakar yang menyatakan tak ada dasar fakta bahwa Maya memprediksi akhir zaman pada 21 Desember 2012. Sebaliknya, kalender Maya terus berjalan melewati tanggal ini.

"Mereka tak pernah mengatakan itu. Sebagian sejarah Mesoamerika dan artefak di kawasan tersebut berbicara mengenai dunia baru dan zaman baru, tetapi orang-orang yang mengukir semua inskripsi sama sekali tidak meramalkan hari kiamat," ungkap Witshcey.

Sistem kalender Maya kuno dirancang sejak 1.200 tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa bangsa Maya membuat serangkaian perhitungan kalender. Ada tiga buah kalendar berbeda.

Pertama kalender suci Tzolk'in yang mengukur siklus 260 hari, digunakan untuk menandai upacara-upacara keagamaan. Kalender kedua adalah Haab yang mengukur siklus 365 hari, terkait dengan perkiraan musim.

Serta kalender hitungan panjang yang mengukur siklus 400 tahun atau Bak'tun. Kalender inilah yang berakhir pada kira-kira tanggal 21 Desember 2012 hingga menimbulkan gagasan tentang akhir zaman.

Tahun 1966, Michael Coe, juga seorang peneliti Maya, menulis buku yang menyebut ada petunjuk terjadinya kiamat di hari akhir kalender Maya tersebut. Kemudian gagasan kian berkembang di tangan para pengarang New Age pada 1970-an, dan semakin lama semakin menyebar. Meski demikian, arkeolog mengatakan tidak ada bukti yang cukup untuk itu.

David Stuart dari University of Texas di Austin, menegaskan, ukiran di candi-candi tak satu pun berbicara ramalan akhir zaman pada tahun 2012. Catatan kuno itu malah berbicara mengenai tanggal jauh di masa depan. Seperti dalam ukiran di candi di Palenque, Meksiko, menyebut peristiwa yang akan terjadi tahun 4772.

Kini etnis Maya diperkirakan berjumlah tujuh juta orang, tersebar di Meksiko, Guatemala, dan sejumlah area di bagian Amerika Tengah.

 

Selasa, 18 Desember 2012

                            
Ilustrasi (Foto: Theglobalistreport)


CALIFORNIA - Banyak yang menyangkal terjadinya kiamat di 2012. Banyak juga di antara kalangan ilmuwan yang memperdebatkan perihal berakhirnya dunia di tahun ini.


Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), banyak pula orang yang ingin tahu tentang kalender suku Maya 2012, yang menyebut-nyebut dunia akan terhenti di Jumat, 21 Desember 2012. NASA telah bertindak untuk memberikan penjelasan bahwa tiada kiamat yang terjadi di 2012.

Ada lima prediksi yang mengungkap kemungkinan Bumi akan mengalami "keguncangan". Ini melalui pendekatan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fenomena alam yang dapat terjadi di bulan ini.

1. Erupsi gunung api, seperti diketahui erupsi gunung api berkontribusi besar terhadap kepunahan massal. Peristiwa ini juga yang menjadi salah satu penyebab punahnya hewan purba di 65 juta tahun lalu. Kabarnya, kuatnya erupsi vulkanik akan mampu menimbulkan tsunami.

2. Serangan teroris bisa terjadi kapanpun, termasuk di tanggal 21/12/2012. Mereka juga kemungkinan menimbulkan ancaman bagi negara-negara mereka yang memiliki perbedaan pendapat. Aksi percekcokan ini juga bisa diwujudkan dalam perang biologis, atau invasi kota yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.

3. Adanya tubrukan asteroid, disebut-sebut mampu menghancurkan sebagian atau keseluruhan dari sebuah planet. Asteroid menjadi benda luar angkasa yang paling mungkin dapat menubruk planet, tak terkecuali Bumi. Asteroid bisa dideteksi oleh NASA, namun bila ada asteroid dengan bentuknya yang hampir menyerupai Bumi, maka benda tersebut tidak akan dapat dihentikan.

4. Badai Matahari, merupakan bagian dari aktivitas siklus Matahari. Konon, badai Matahari dengan tingkatan termaksimal akan terjadi di 2012 sampai dengan 2014. Meskipun NASA menegaskan fenomena tersebut tidak akan membahayakan Bumi, namun tidak ada seorangpun yang tahu.

5. Komet yang melesat mampu mencapai kecepatan hampir 100.000 mph dan kecepatan akan semakin berlipat karena efek gravitasi planet. Semakin cepat objek itu meluncur, maka semakin memperburuk permukaan planet yang dihantamnya. Meskipun demikian, menemukan komet di luar sistem Tata Surya adalah sangat sulit, karena benda luar angkasa ini hampir tak terlihat atau gelap.

Lima Prediksi Kiamat yang Meleset

Posted by Safei On 00.55 1 comment

Salah satunya berasal dari penyiar radio Harold Camping menyatakan dunia akan kiamat pada 21 Mei 2011.


(Thinkstockphoto).

Jelang 21 Desember 2012, demam mengenai pasti tidaknya kiamat versi Suku Maya makin mewabah. Namun, bukan kali ini saja dunia diprediksi akan berakhir. Ada lima prediksi hari akhir terpopuler versiLivescience yang ternyata meleset.

1. Y2K, 1 Januari 2000
Saat memasuki milenium baru pada tahun 2000, banyak orang cemas akan bencana yang bisa dibawa teknologi komputer. Kendala utama yang ditakutkan adalah teknologi ini tidak bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900.
Tadinya dikhawatirkan hal ini berpengaruh luas, mulai dari pemadaman listrik hingga bencana nuklir. Namun, prediksi itu salah.
2. 5 Mei 2000
Seorang penulis buku bernama Richard Noone, memaparkan dalam karyanya, "5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster," bahwa es di Antartika akan menipis sepanjang 4,8 kilometer pada 5 Mei 2000. Menurut Noone, pada tanggal tersebut planet-planet akan sejajar di nirwana. Mengakibatkan kematian global karena es.

3. Nostradamus, Augustus 1999
Karya-karya Michel de Nostrdame memang melegenda selama kurang lebih 400 tahun. Salah satunya adalah sanjak empat seuntai yang berbunyi, "Tahunnya 1999, tujuh bulan/ Dari angkasa akan muncul raja agung dari teror."
Banyak pemuja Nostradamus yang memprediksi inilah arti dari kiamat. Tapi sekali lagi, mereka salah.

4. Kementerian Gereja Tuhan, 2008
Ronald Weinland dari kelompok Kementerian Gereja Tuhan, menyatakan dalam bukunya, "2008: God's Final Witness," bahwa pada akhir tahun 2006 ratusan juta orang akan meninggal dunia.
"Ada waktu maksimal dua tahun sebelum seluruh dunia akan jatuh dalam kondisi terburuk dalam sejarah manusia," ujar Weinland. Pria ini bahkan mengklaim dirinya sebagai nabi akhir zaman utusan Tuhan.

5.Harold Camping, 2011
Pada 2011 lalu, penyiar radio Harold Camping menyatakan dunia akan kiamat pada 21 Mei. Kandasnya dunia akan dimulai dengan gempa di seluruh permukaan bumi dan munculnya keriaan dari mereka yang taat. Menurut Camping, peristiwa ini akan terus berlangsung hingga akhirnya bumi kiamat pada 21 Oktober 2011.

Senin, 17 Desember 2012


Video ini tadinya akan dirilis pada 22 Desember 2012. Namun, dipercepat karena banyaknya pertanyaan mengenai klaim kiamat.


Ilustrasi kiamat 2012. (Thinkstockphoto).

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melepas video yang berjudul "Why the world didn't end on 12/21/2012" (Kenapa dunia tidak berakhir pada 12/21/2012).
Rujukan tanggal yang dimaksud adalah waktu yang diklaim banyak pihak akan terjadi kiamat berdasarkan perhitungan kalender suku Maya. Video ini tadinya akan dirilis pada 22 Desember 2012. Namun, makin kuatnya rumor mengenai kiamat pada 21 Desember, membuat video ini dirilis 11 hari lebih awal.
"Jika Anda menyaksikan video ini, itu artinya satu hal: dunia tidak berakhir kemarin," ujar narasi awal di video yang ada di lama situs Beyond 2012 NASA.
Video dan situs ini didedikasikan untuk mereka yang selalu menanyakan mengenai benar tidaknya prediksi kiamat suku Maya. Untuk memaparkan fakta kuat, video ini juga menampilkan para pakar suku Maya dan peneliti yang mempelajari objek pengancam Bumi.
"Jika memang ada planet yang akan menabrak Bumi, itu akan jadi salah objek paling terang di angkasa. Semua orang bisa melihatnya, tidak perlu menanyakan pada pemerintah, lihat saja ke luar sana," kata astrobiologis NASA, David Morrison.

Jumat, 14 Desember 2012


Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.

Ilustrasi satelit. (Thinkstockphoto)
Sepasang satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bernama Ebb dan Flow, dipersiapkan untuk jatuh di gunung dekat kutub di Bulan.
Diperkirakan, keduanya akan tumbang di Bulan pada Senin (17/12). Ebb akan jatuh lebih dulu, 20 detik kemudian, disusul oleh Flow dengan kecepatan 3.800 mil per jam. Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.
Ebb dan Flow -satelit pemantau Bulan berbentuk seperti mesin cuci- dihancurkan karena mereka berada di orbit rendah dan bahan bakar yang tersisa tidak cukup untuk menjalankan operasi penelitian.
Maria Zuber, Ketua Penelitian dari misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), menyatakan, kedua satelit tersebut berkontribusi besar untuk ilmu pengetahuan planet. "Akan terasa sulit mengucap kata pisah kepada robot kembar kita," kata Zuber.
Ebb dan Flow -dinamai oleh anak Sekolah Dasar di Montana- sudah mengitari Bulan sejak 1 Januari 2012 lalu. Keduanya menghasilkan peta beresolusi tinggi yang nantinya digunakan untuk meneliti benda planet lain, bukan hanya Bulan.
Informasi yang mereka sampaikan akan berguna untuk meneliti bagaimana Bumi dan planet berbatu lain di tata surya kita terbentuk dan berevolusi.
"(Satelit) kembar ini mungkin memang berada di ambang hidup operasionalnya. Namun, satu hal yang pasti, mereka akan jatuh dengan gagah," kata David Lehman, GRAIL Project Manager.

Site search