infolengkap © 2012. Bahasa Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Unordered List

free counters

Mengenai Saya

Safei
Hanya seorang hamba, yang berusaha memaksimalkan ikhtiar dan totalitas dalam bertawakkal
Lihat profil lengkapku

Followers

Selasa, 25 Desember 2012

Sebaliknya, kalender bangsa Maya terus berjalan melewati tanggal ini.

(Thinkstockphoto)

 

Seluruh dunia sempat dilanda kehebohan akan menjelang kedatangan kiamat, Jumat lalu, 21 Desember 2012. Padahal berdasarkan sejumlah pakar Maya--mematahkan mitos--yang dilakukan bangsa Maya semata-mata adalah menghitung hari.

Bangsa Maya kuno merupakan bangsa terpenting dalam peradaban Mesoamerika. Bangsa Maya terkenal karena membangun candi agung serta mengembangkan ilmu matematika dan astronomi. Namun meski memang juga dikenal dengan sistem kalendernya, bangsa ini tidak pernah meramalkan akhir zaman.

Peneliti sejarah Maya dan guru besar antropologi Universitas Longwood di Virginia, AS, Walter R.T. Witschey, merupakan salah satu pakar yang menyatakan tak ada dasar fakta bahwa Maya memprediksi akhir zaman pada 21 Desember 2012. Sebaliknya, kalender Maya terus berjalan melewati tanggal ini.

"Mereka tak pernah mengatakan itu. Sebagian sejarah Mesoamerika dan artefak di kawasan tersebut berbicara mengenai dunia baru dan zaman baru, tetapi orang-orang yang mengukir semua inskripsi sama sekali tidak meramalkan hari kiamat," ungkap Witshcey.

Sistem kalender Maya kuno dirancang sejak 1.200 tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa bangsa Maya membuat serangkaian perhitungan kalender. Ada tiga buah kalendar berbeda.

Pertama kalender suci Tzolk'in yang mengukur siklus 260 hari, digunakan untuk menandai upacara-upacara keagamaan. Kalender kedua adalah Haab yang mengukur siklus 365 hari, terkait dengan perkiraan musim.

Serta kalender hitungan panjang yang mengukur siklus 400 tahun atau Bak'tun. Kalender inilah yang berakhir pada kira-kira tanggal 21 Desember 2012 hingga menimbulkan gagasan tentang akhir zaman.

Tahun 1966, Michael Coe, juga seorang peneliti Maya, menulis buku yang menyebut ada petunjuk terjadinya kiamat di hari akhir kalender Maya tersebut. Kemudian gagasan kian berkembang di tangan para pengarang New Age pada 1970-an, dan semakin lama semakin menyebar. Meski demikian, arkeolog mengatakan tidak ada bukti yang cukup untuk itu.

David Stuart dari University of Texas di Austin, menegaskan, ukiran di candi-candi tak satu pun berbicara ramalan akhir zaman pada tahun 2012. Catatan kuno itu malah berbicara mengenai tanggal jauh di masa depan. Seperti dalam ukiran di candi di Palenque, Meksiko, menyebut peristiwa yang akan terjadi tahun 4772.

Kini etnis Maya diperkirakan berjumlah tujuh juta orang, tersebar di Meksiko, Guatemala, dan sejumlah area di bagian Amerika Tengah.

 

Selasa, 18 Desember 2012

                            
Ilustrasi (Foto: Theglobalistreport)


CALIFORNIA - Banyak yang menyangkal terjadinya kiamat di 2012. Banyak juga di antara kalangan ilmuwan yang memperdebatkan perihal berakhirnya dunia di tahun ini.


Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), banyak pula orang yang ingin tahu tentang kalender suku Maya 2012, yang menyebut-nyebut dunia akan terhenti di Jumat, 21 Desember 2012. NASA telah bertindak untuk memberikan penjelasan bahwa tiada kiamat yang terjadi di 2012.

Ada lima prediksi yang mengungkap kemungkinan Bumi akan mengalami "keguncangan". Ini melalui pendekatan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fenomena alam yang dapat terjadi di bulan ini.

1. Erupsi gunung api, seperti diketahui erupsi gunung api berkontribusi besar terhadap kepunahan massal. Peristiwa ini juga yang menjadi salah satu penyebab punahnya hewan purba di 65 juta tahun lalu. Kabarnya, kuatnya erupsi vulkanik akan mampu menimbulkan tsunami.

2. Serangan teroris bisa terjadi kapanpun, termasuk di tanggal 21/12/2012. Mereka juga kemungkinan menimbulkan ancaman bagi negara-negara mereka yang memiliki perbedaan pendapat. Aksi percekcokan ini juga bisa diwujudkan dalam perang biologis, atau invasi kota yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.

3. Adanya tubrukan asteroid, disebut-sebut mampu menghancurkan sebagian atau keseluruhan dari sebuah planet. Asteroid menjadi benda luar angkasa yang paling mungkin dapat menubruk planet, tak terkecuali Bumi. Asteroid bisa dideteksi oleh NASA, namun bila ada asteroid dengan bentuknya yang hampir menyerupai Bumi, maka benda tersebut tidak akan dapat dihentikan.

4. Badai Matahari, merupakan bagian dari aktivitas siklus Matahari. Konon, badai Matahari dengan tingkatan termaksimal akan terjadi di 2012 sampai dengan 2014. Meskipun NASA menegaskan fenomena tersebut tidak akan membahayakan Bumi, namun tidak ada seorangpun yang tahu.

5. Komet yang melesat mampu mencapai kecepatan hampir 100.000 mph dan kecepatan akan semakin berlipat karena efek gravitasi planet. Semakin cepat objek itu meluncur, maka semakin memperburuk permukaan planet yang dihantamnya. Meskipun demikian, menemukan komet di luar sistem Tata Surya adalah sangat sulit, karena benda luar angkasa ini hampir tak terlihat atau gelap.

Lima Prediksi Kiamat yang Meleset

Posted by Safei On 00.55 1 comment

Salah satunya berasal dari penyiar radio Harold Camping menyatakan dunia akan kiamat pada 21 Mei 2011.


(Thinkstockphoto).

Jelang 21 Desember 2012, demam mengenai pasti tidaknya kiamat versi Suku Maya makin mewabah. Namun, bukan kali ini saja dunia diprediksi akan berakhir. Ada lima prediksi hari akhir terpopuler versiLivescience yang ternyata meleset.

1. Y2K, 1 Januari 2000
Saat memasuki milenium baru pada tahun 2000, banyak orang cemas akan bencana yang bisa dibawa teknologi komputer. Kendala utama yang ditakutkan adalah teknologi ini tidak bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900.
Tadinya dikhawatirkan hal ini berpengaruh luas, mulai dari pemadaman listrik hingga bencana nuklir. Namun, prediksi itu salah.
2. 5 Mei 2000
Seorang penulis buku bernama Richard Noone, memaparkan dalam karyanya, "5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster," bahwa es di Antartika akan menipis sepanjang 4,8 kilometer pada 5 Mei 2000. Menurut Noone, pada tanggal tersebut planet-planet akan sejajar di nirwana. Mengakibatkan kematian global karena es.

3. Nostradamus, Augustus 1999
Karya-karya Michel de Nostrdame memang melegenda selama kurang lebih 400 tahun. Salah satunya adalah sanjak empat seuntai yang berbunyi, "Tahunnya 1999, tujuh bulan/ Dari angkasa akan muncul raja agung dari teror."
Banyak pemuja Nostradamus yang memprediksi inilah arti dari kiamat. Tapi sekali lagi, mereka salah.

4. Kementerian Gereja Tuhan, 2008
Ronald Weinland dari kelompok Kementerian Gereja Tuhan, menyatakan dalam bukunya, "2008: God's Final Witness," bahwa pada akhir tahun 2006 ratusan juta orang akan meninggal dunia.
"Ada waktu maksimal dua tahun sebelum seluruh dunia akan jatuh dalam kondisi terburuk dalam sejarah manusia," ujar Weinland. Pria ini bahkan mengklaim dirinya sebagai nabi akhir zaman utusan Tuhan.

5.Harold Camping, 2011
Pada 2011 lalu, penyiar radio Harold Camping menyatakan dunia akan kiamat pada 21 Mei. Kandasnya dunia akan dimulai dengan gempa di seluruh permukaan bumi dan munculnya keriaan dari mereka yang taat. Menurut Camping, peristiwa ini akan terus berlangsung hingga akhirnya bumi kiamat pada 21 Oktober 2011.

Senin, 17 Desember 2012


Video ini tadinya akan dirilis pada 22 Desember 2012. Namun, dipercepat karena banyaknya pertanyaan mengenai klaim kiamat.


Ilustrasi kiamat 2012. (Thinkstockphoto).

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melepas video yang berjudul "Why the world didn't end on 12/21/2012" (Kenapa dunia tidak berakhir pada 12/21/2012).
Rujukan tanggal yang dimaksud adalah waktu yang diklaim banyak pihak akan terjadi kiamat berdasarkan perhitungan kalender suku Maya. Video ini tadinya akan dirilis pada 22 Desember 2012. Namun, makin kuatnya rumor mengenai kiamat pada 21 Desember, membuat video ini dirilis 11 hari lebih awal.
"Jika Anda menyaksikan video ini, itu artinya satu hal: dunia tidak berakhir kemarin," ujar narasi awal di video yang ada di lama situs Beyond 2012 NASA.
Video dan situs ini didedikasikan untuk mereka yang selalu menanyakan mengenai benar tidaknya prediksi kiamat suku Maya. Untuk memaparkan fakta kuat, video ini juga menampilkan para pakar suku Maya dan peneliti yang mempelajari objek pengancam Bumi.
"Jika memang ada planet yang akan menabrak Bumi, itu akan jadi salah objek paling terang di angkasa. Semua orang bisa melihatnya, tidak perlu menanyakan pada pemerintah, lihat saja ke luar sana," kata astrobiologis NASA, David Morrison.

Jumat, 14 Desember 2012


Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.

Ilustrasi satelit. (Thinkstockphoto)
Sepasang satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bernama Ebb dan Flow, dipersiapkan untuk jatuh di gunung dekat kutub di Bulan.
Diperkirakan, keduanya akan tumbang di Bulan pada Senin (17/12). Ebb akan jatuh lebih dulu, 20 detik kemudian, disusul oleh Flow dengan kecepatan 3.800 mil per jam. Saat ini terjadi, tidak akan ada ledakan hebat yang muncul dan nampak dari Bumi.
Ebb dan Flow -satelit pemantau Bulan berbentuk seperti mesin cuci- dihancurkan karena mereka berada di orbit rendah dan bahan bakar yang tersisa tidak cukup untuk menjalankan operasi penelitian.
Maria Zuber, Ketua Penelitian dari misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), menyatakan, kedua satelit tersebut berkontribusi besar untuk ilmu pengetahuan planet. "Akan terasa sulit mengucap kata pisah kepada robot kembar kita," kata Zuber.
Ebb dan Flow -dinamai oleh anak Sekolah Dasar di Montana- sudah mengitari Bulan sejak 1 Januari 2012 lalu. Keduanya menghasilkan peta beresolusi tinggi yang nantinya digunakan untuk meneliti benda planet lain, bukan hanya Bulan.
Informasi yang mereka sampaikan akan berguna untuk meneliti bagaimana Bumi dan planet berbatu lain di tata surya kita terbentuk dan berevolusi.
"(Satelit) kembar ini mungkin memang berada di ambang hidup operasionalnya. Namun, satu hal yang pasti, mereka akan jatuh dengan gagah," kata David Lehman, GRAIL Project Manager.

Kamis, 13 Desember 2012

Salah satu gunung ini dipercaya akan terbuka pada hari kiamat dan UFO dari ruang angkasa akan datang membawa manusia ke tempat aman.


Ramalan Kiamat suku Maya yang jatuh 21 Desember 2012 meresahkan sebagian besar masyarakat dunia. Terutama bagi mereka yang memercayai bahwa hari akhir benar-benar terjadi pada tanggal itu. Berbagai antisipasi penyelamatan pun dilakukan.
Masyarakat berbondong-bondong menuju Gunung Pic de Bugarach, Prancis, yang diyakini memiliki kekuatan mistis. Tempat itu diyakini sebagai "zona aman," di mana mereka dapat melakukan penyelamatan karena percaya gunung tersebut akan terbuka pada hari-H dan pesawat alien (UFO) dari ruang angkasa akan datang, membawa mereka pergi ke tempat aman.
Atas dasar keyakinan ini, hotel-hotel di sekitar Gunung Pic de Bugarach ramai dipesan. Bahkan untuk mencegah lautan manusia yang akan datang ke sana, situs ini akan ditutup pada tanggal 21 Desember nanti.
Gunung Pic de Bugarach di Prancis bukanlah satu-satunya yang dijadikan zona aman bagi mereka yang mempercayai kiamat akan segera datang pada dua minggu mendatang. Gunung Rtanj, di sebelah timur Serbia yang merupakan bagian dari kawasan Carpathian, sudah sejak lama menjadi subjek mitos. Di tempat ini orang-orang juga berbondong-bondong memesan tempat penginapan.

Legenda tua setempat mengungkapkan, puncak gunung tersebut merupakan rumah seorang penyihir yang menjaga harta karun besar. Belakang bentuk puncak gunung yang menyerupai piramida dikaitkan dengan pengaruh dari alien.
Mitos ini terus berkembang bahkan lamanabovetopsecret.com menulis pancaran sinar misterius dan UFO terlihat di langit di sekitar gunung dan bentuk puncak gunung sejajar dengan piramida yang berada di Mesir.
Penulis fiksi Arthur C.Clarke menyebut gunung ini sebagai tempat yang menyimpan energi khusus. Rumor mengenai hari kiamat membuat orang-orang yang takut akan hari tersebut tiba, terus mencari perlindungan.
"Dalam satu hari kami memiliki 500 orang yang mencoba untuk memesan kamar. Orang ingin membawa seluruh keluarga mereka," kata Obrad Blecic, manajer hotel di dekat Gunung Rtanj.
Gonjang-ganjing mengenai hari kiamat suku Maya terus berkembang dan menyebarkan kekhawatiran bagi sebagian besar orang yang memercayainya. Namun, ilmuwan NASA mengungkapkan bahwa keyakinan tersebut tidak berdasar.
Suku Maya tidak pernah menyatakan bahwa akhir dari penghitungan Kalender Long Count mereka berarti berakhirnya sebuah dunia. Tidak ada fenomena astronomi yang dapat menghancurkan planet kita dalam waktu kurun waktu kurang dari dua minggu.

Hujan meteor Geminid dapat disaksikan di mana pun di belahan dunia. Syaratnya hanya cuaca malam yang cerah.

Fenomena benda langit yang masuk ke atmosfer Bumi, tertangkap kamera pada Desember 2012 di California, Amerika Serikat. Ini merupakan bagian dari hujan meteor Geminid.
Kamis dan Jumat malam, 13-14 Desember 2012, akan nampak fenomena cantik hujan meteor Geminid. Menurut para pakar, hujan meteor ini merupakan hujan paling "deras" di sepanjang tahun 2012 dengan 120 meteor per jamnya.
Dalam situs Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), hujan meteor ini dapat disaksikan di mana pun di belahan dunia. Syaratnya hanya cuaca malam yang cerah.
"Geminid adalah favorit saya karena mereka menantang berbagai penjelasan," ujar astronomer NASA, Bill Cooke.
Geminid dihasilkan oleh objek seperti batu yang diidentifikasi oleh satelit NASA, IRAS, sebagai 3200 Phaeton pada tahun 1983. Tiap bulan Desember, planet Bumi melewati repihan benda antariksa yang mengelilingi 3200 Phaeton.
Repihan berukuran seperti pasir ini kemudian masuk ke dalam atmosfer Bumi dan disebut Geminid. Menghasilkan fenomena luar biasa di langit kita.
Hujan meteor Geminid pertama kali diketahui pada abad 19. Saat itu, tidak banyak orang yang tertarik pada fenomena ini karena termasuk hujan meteor lemah.
Namun, Geminid sekarang berkembang menjadi hujan meteor yang lebih terang dan padat. Kamis dan Jumat malam (13-14/12) adalah puncaknya dengan pancaran sinar yang bisa dilihat di seluruh dunia.

Site search