infolengkap © 2012. Bahasa Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Unordered List

free counters

Mengenai Saya

Safei
Hanya seorang hamba, yang berusaha memaksimalkan ikhtiar dan totalitas dalam bertawakkal
Lihat profil lengkapku

Followers

Jumat, 23 November 2012


Asteroid bernama 2012 DA14 diprediksi akan mendekati Bumi pada Februari 2013. Begitu dekatnya jarak asteroid ini hingga kemungkinan bakal menabrak satelit komunikasi Bumi. Asteroid ini ditemukan beberapa pekan lalu di LaSagra Observatory, Spanyol, saat terlihat melalui teleskop dan digambarkan sebagai 'gumpalan yang berputar.'
"(Tabrakkan) ini hampir tidak mungkin. Tapi kita tidak boleh menyepelekannya," demikian ujar Paul Choda, ahli astronomi Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Pasadena, California, AS, Kamis (17/5).
Ukuran asteroid ini tidak terlalu besar, hanya selebar 45 meter. Namun, orbit 2012 DA14 saat ini dinyatakan mirip dengan Bumi. "Artinya dia akan (bergerak) sangat dekat ke Bumi," tambah Chodas.
Berdasarkan perhitungan, asteroid ini akan melewati Bumi dan mengganggu beberapa satelit yang mengorbit pada 15 Februari 2013. Tapi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dipastikan aman dari terjangannya mengingat satelit ini mengorbit di ketinggian 2.000 kilometer.
Meski demikian, salah satu peneliti dari JPL, Steven Chesley, belum bisa memberikan kata aman pada ISS. Mengingat orbit asteroid 2012 DA14 belum bisa ditentukan secara pasti. "Kita belum tahu pasti di mana letaknya (2012 DA14)," ujar Chesley.
Satu hal yang bisa ditampilkan 2012 DA14 adalah penampakannya yang diprediksi nampak indah di langit malam. Asteroid ini akan terlihat untuk pengamat yang memiliki teleskop mini atau pun teropong. "Untuk objek berukuran kecil, ini (terlihat di langit) bukanlah hal yang biasa terjadi."
NASA saat ini memperkirakan jika presentase 2012 DA14 akan menabrak Bumi dalam sepuluh tahun ke depan hanya 0,031 persen. Namun, angka ini masih perlu dipastikan saat astreoid itu mendekati Bumi pada Februari nanti. Sebab, semakin dekat sebuah asteroid mendekati Bumi, semakin kuat gaya gravitasi mengubah orbit asteroid tersebut. Inilah yang menjadi faktor ketidakpastian dalam perhitungan prediksinya.

Fenomena White Hole

Posted by Safei On 05.11 No comments
Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.


Dikutip dari Dvice, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

Jelang satu bulan menuju kiamat versi Suku Maya pada 21 Desember 2012, NASA kembali melansir beberapa penjelasan ilmiah untuk membantahnya. NASA, Badan Antariksa dan Penerbangan AS, dalam situs resminya menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.
"Untuk klaim, bencana, atau perubahan dramatis apa pun pada tahun 2012, mana pemaparan sainsnya? Mana buktinya? Tidak ada," demikian papar NASA, Selasa (13/11).
Menurut kalender kuno Suku Maya, titik balik Matahari 2012 akan menandai akhir dari siklus 144 ribu hari. Siklus ini sudah berulang sebanyak 12 kali dan yang ke-13 akan jatuh pada 2012. Pada saat inilah dunia akan mencapai akhirnya.
Tapi ditegaskan kembali oleh NASA, berakhirnya perhitungan kalender Suku Maya di tanggal tersebut, sama jika dibandingkan dengan tandasnya perhitungan normal pada 31 Desember. "Sama seperti kalender yang Anda miliki di dinding di mana tidak ada lagi tanggal sesudah 31 Desember, kalender Suku Maya tidak ada tanggal lagi sesudah 21 Desember 2012."
Kisah mengenai kiamat Suku Maya dimulai ketika ada cerita yang berkembang mengenai planet bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi. Bencana ini diprediksi terjadi pada 2003 silam.
Tapi ketika tidak ada bencana apa pun yang terjadi di tahun 2003, prediksi itu diubah ke tahun 2012. Kemudian dihubungkan dengan siklus perhitungan kalender Suku Maya dan titik balik Matahari 2012. Hingga akhirnya muncullah tanggal klaim kiamat pada 21 Desember.
"Nibiru itu konyol karena planet ini tidak ada dan tidak pernah ada. Sama seperti halnya bagian dari imajinasi semu ilmuwan yang bahkan tidak terganggu dengan kurangnya bukti yang ada," kata Don Yeomans, Manajer dari program NASA, Near-Earth Object, di Jet Propulsion Laboratory, California pada Januari lalu.
Level radiasi di permukaan Planet Mars nyaris sama dengan apa yang dirasakan astronaut di orbit rendah di Bumi. Hal ini sudah dibuktikan lewat eksplorasi Mars yang dilakukan robot dengan teknologi termaju milik NASA, Curiosity.
Pengukuran radiasi permukaan Mars merupakan yang pertama dilakukan manusia terhadap planet lain. Selain menyimpulkan manusia bisa hidup di planet merah, hasil pengukuran Curiosity juga menyatakan kita bisa bertahan dalam rentang waktu tertentu.
"Tentu saja astronaut bisa hidup di lingkungan ini (Mars)," ujar Don Hassler dari Southwest Research Institute, Boulder, Colorado, Amerika Serikat, Kamis (15/11) lalu. Hassler adalah ketua investigator dari instrumen Radiation Assessment Detector (RAD) Curiosity.
Tujuan utama instrumen tersebut adalah mencirikan lingkungan radiasi dan mengungkap adanya kehidupan di masa lampau dan masa kini di Mars. Termasuk juga mengukur peluang eksplorasi manusia di sana.
Sejak Mars kedatangan Curiosity pada Agustus 2012, RAD membandingkan level radiasi dengan apa yang dialami kru astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Penemuan Curiosity menyatakan bahwa atmosfer Mars -hanya memiliki ketebalan satu persen dari atmosfer Bumi- menyediakan perlindungan dari bahaya seperti partikel luar angkasa berkecepatan tinggi.
Meski demikian, Hassler menyatakan penemuan ini masih prematur. Ia dan timnya juga belum bisa menegaskan level angka dari radiasi di Mars.
Ditambahkan Claire Newman dari Ashima Research, Pasadena, California, jika manusia bisa mengetahui mengenai iklim dan cuaca Mars terkini, maka akan membantu pemahaman mengenai proses atmosfer yang ada. "Hal ini memberikan kami kepercayaan diri lebih ketika ingin memprediksi banyak hal, seperti bagaimana rupa Mars di masa lampau," kata Newman.

Saat ini Rusia tengah berencana untuk membangun pesawat antariksa bertenaga nuklir untuk misi berawak ke Mars.
Menurut kantor berita RiaNovosti, Anatoly Perminov, Russian Federal Space Agency, menyebutkan bahwa Komisi pemerintah beranggapan kalau rencana itu sangat krusial. Namun demikian begitulah adanya jika ingin mempertahankan keunggulan kompetitif dalam ruang perlombaan.
Desain dasar akan siap pada tahun 2012 mendatang. Sebuah versi akhir akan memakan waktu selama sembilan tahun lagi, dan akan menelan biaya sekitar 580 juta USD atau sekitar 5,8 trilyun rupiah untuk pembangunannya, kata Perminov. Ini akan didasarkan sekitar reaktor nuklir berkapasitas megawatt, yang jauh lebih kuat daripada reaktor nuklir kecil yang menjadi pembangkit beberapa satelit militer Rusia.
“Proyek ini bertujuan untuk menerapkan skala besar program eksplorasi ruang angkasa, termasuk misi berawak ke Mars, perjalanan antar planet, penciptaan dan pengoperasian pos-pos planet”, kata Perminov. Tapi ia telah menghentikan pengajuan sebuah basis permanen di Mars.
Presiden Dmitry Medvedev mendukung proyek tersebut, dan mendesak pemerintah untuk mencari dana. Jika proyek berjalan nantinya, itu akan menjadi dorongan besar untuk program luar angkasa Rusia. Rusia saat ini menggunakan roket pendorong Soyuz yang telah berumur 40 tahunan, dan berencana untuk mengganti nya dengan yang lebih baik lagi.
Antariksa tidak hanya terdiri dari bumi kita saja. Banyaknya planet serta gugusan bintang menunjukkan betapa besarnya jagad raya kita ini. Tak jarang antara satu komponen dengan komponen antariksa lainnya mengalami satu gejala tabrakan yang bisa menyebabkan ledakan besar.
Pemerintah Rusia telah mengkonfirmasi bahwa sedang merumuskan rencana besar untuk mencegah asteroid besar yang dikenal sebagai Apophis dari bertabrakan dengan bumi pada tahun 2036 mendatang.
“Seorang ilmuwan baru-baru ini mengatakan hal yang menarik tentang jalannya sebuah asteroid secara konstan mendekati bumi,” kepala Roscosmos Anatoly Perminov menjelaskan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh RIA Novosti.
“Dia telah menghitung bahwa asteroid itu pasti akan bertabrakan dengan bumi di tahun 2030-an.”
Namun, Perminov menekankan bahwa Kremlin tidak merencanakan serangan nuklir terhadap asteroid berbahaya tersebut.
“Tidak akan ada ledakan nuklir nantinya, semuanya akan dilakukan berdasarkan hukum fisika.”
Dia menambahkan bahwa Rusia akhirnya dapat mengundang ahli astronomi dari Amerika Serikat, Eropa dan Cina untuk berpartisipasi dalam proyek yang baru dimulai tersebut.
“Kehidupan manusia akan dipertaruhkan. Kami harus membayar beberapa ratus juta dolar dan merancang sistem yang akan mencegah tabrakan, daripada duduk dan menunggu hal itu terjadi dan membunuh ratusan ribu nyawa.”
Namun demikian, perlu dicatat bahwa ramalan mengerikan Perminov itu tampaknya bertentangan dengan pernyataan baru-baru ini diterbitkan oleh NASA yang meremehkan kemungkinan adanya tabrakan antara bumi dan Apophis.
Semoga saja rencana ini sukses sehingga uang yang dihabiskan pemerintahan Rusia benar-benar akan berguna nantinya untuk menyelamatkan kehidupan manusia di bumi kita tercinta ini.

Jumat, 07 September 2012

SEOUL - Regulator Korea Selatan (Korsel) sedang menyelidiki pengaduan yang diajukan oleh Apple. Perusahaan yang berbasis di Caupertino, California, itu mengadukan Samsung Electronics ke Korea Fair Trade Commision (FTC) terkait penyalahgunaan posisi dominannya dalam teknologi nirkabel.

Dilansir dari Reuters, Kamis (6/9/2012), FTC saat ini sedang menyelidiki apakah Samsung menjalankan usaha tidak sehat dengan menyalahgunakan dominasinya pada paten teknologi nirkabel. Seorang pejabat FTC yang dirahasiakan namanya mengatakan, Apple mengajukan keluhan tersebut pada awal tahun ini.

Selain FTC, regulator Uni Eropa juga telah menyelidiki Samsung terkait kemungkinan perusahaan tersebut melakukan pelanggaran aturan antitrust dengan menuduh saingannya melanggar paten teknologi miliknya.

Penyelidikan FTC kembali membuka kisah sengketa paten yang mengunci Apple dan Samsung di sepuluh negara, karena tengah bersaing dalam pangsa pasar industri mobile yang sedang berkembang pesat.

Seperti diketahui, Apple berhasil meraih kemenangan yang sangat penting pada bulan lalu setelah juri pengadilan paten Amerika Serikat (AS) memutuskan Samsung telah melanggar fitur penting perusahaan yang didirikan Apple tersebut. Sementara itu, juri juga memutuskan bahwa Apple tidak melanggar paten Samsung.

Site search